Dark Souls sebagai contoh game Soulslike dengan pertarungan menantang dan sistem progres karakter

Ada pengalaman yang mungkin cukup akrab bagi pemain MMORPG. Kamu menghabiskan tiga jam mengalahkan monster yang sama, mengumpulkan material, dan menunggu item langka muncul. Ketika akhirnya berhenti bermain, karakter memang sedikit lebih kuat, tetapi rasanya seperti belum melakukan sesuatu yang benar-benar berarti.

Bandingkan dengan pengalaman memainkan Elden Ring atau Dark Souls. Dalam tiga jam, kamu mungkin berkali-kali dikalahkan boss yang sama. Namun, ketika akhirnya berhasil menang, muncul kepuasan yang sulit dijelaskan. Kamu merasa telah mempelajari sesuatu, bukan sekadar menambah angka statistik karakter.

Padahal, kedua pengalaman tersebut sama-sama membutuhkan waktu, kesabaran, dan usaha. Bahkan, boss Soulslike terkadang jauh lebih sulit dibandingkan monster yang biasa ditemukan dalam MMORPG.

Lantas, mengapa grinding MMORPG sering terasa lebih melelahkan daripada Soulslike?

Jawabannya bukan semata-mata karena MMORPG membutuhkan lebih banyak waktu. Perbedaannya terletak pada cara kedua genre memberikan kemajuan, menghadirkan tantangan, dan membuat pemain menilai hasil dari usaha mereka.

Apa yang Dimaksud Grinding dalam MMORPG?

Grinding merupakan aktivitas mengulang tindakan tertentu untuk memperoleh pengalaman, mata uang, material, perlengkapan, atau sumber daya lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan karakter.

Dalam MMORPG seperti RF Online, aktivitas grinding dapat melibatkan pengumpulan item dari monster, meningkatkan level, mencari material upgrade, hingga mengumpulkan sumber daya untuk memperkuat equipment.

Di MMORPG lain, grinding mungkin berupa menyelesaikan dungeon berulang kali, mengerjakan daily quest, atau mengalahkan boss tertentu demi memperoleh perlengkapan dengan statistik yang diinginkan.

Grinding sebenarnya bukan mekanisme yang buruk. Aktivitas berulang dapat memberikan tujuan jangka panjang, menciptakan ekonomi antarpemain, dan membuat pencapaian terasa bernilai.

Masalah muncul ketika proses pengulangan tidak lagi memberikan tantangan atau pengalaman baru, sementara pemain merasa harus terus melakukannya agar tidak tertinggal.

1. MMORPG Sering Mengukur Kemajuan melalui Angka

Salah satu perbedaan terbesar antara MMORPG dan Soulslike adalah cara pemain melihat perkembangan karakternya.

Dalam MMORPG, progres sering diukur melalui angka yang mudah dibandingkan. Level meningkat, Attack bertambah, Defense menjadi lebih tinggi, dan nilai perlengkapan semakin besar.

Angka tersebut memberikan tujuan yang jelas. Pemain dapat mengetahui bahwa senjata dengan statistik lebih tinggi berpotensi meningkatkan performa karakter.

Namun, progres berbasis angka juga memiliki kelemahan. Ketika kebutuhan peningkatan karakter semakin mahal, pemain harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendapatkan perubahan yang semakin kecil.

Misalnya, pada tahap awal permainan, satu jam farming mungkin cukup untuk membeli perlengkapan baru. Pada tahap akhir, waktu yang sama mungkin hanya menghasilkan sebagian kecil material yang dibutuhkan.

Perubahan tersebut dapat membuat pemain merasa bahwa usahanya tidak lagi menghasilkan perkembangan yang sebanding.

2. Soulslike Lebih Sering Memberikan Progres melalui Kemampuan Pemain

Game Soulslike juga memiliki sistem level, equipment, dan farming. Elden Ring, misalnya, memungkinkan pemain mengumpulkan Rune untuk meningkatkan atribut karakter atau membeli kebutuhan tertentu.

Namun, banyak tantangan dalam Soulslike juga bergantung pada kemampuan pemain memahami mekanisme pertarungan.

Ketika menghadapi boss, pemain mempelajari pola serangan, waktu menghindar, posisi yang aman, dan kesempatan untuk menyerang balik.

Setiap kegagalan dapat memberikan informasi baru. Pemain mulai mengetahui serangan mana yang bisa dihindari, kapan harus menjaga jarak, dan kapan sebaiknya tidak memaksakan serangan.

Karena itu, meskipun karakter tidak naik level, pemain masih dapat merasakan perkembangan melalui peningkatan kemampuannya sendiri.

Inilah salah satu alasan mengapa mengulang pertarungan boss dapat terasa berbeda dari mengalahkan monster yang sama ratusan kali.

3. Grinding MMORPG Bisa Berubah Menjadi Kewajiban Harian

Banyak MMORPG menggunakan sistem aktivitas harian atau mingguan untuk menjaga keterlibatan pemain.

Daily quest, dungeon dengan batas masuk, hadiah login, dan event terbatas dapat memberikan alasan untuk kembali bermain.

Sistem tersebut memiliki manfaat karena membantu pemain menentukan aktivitas yang ingin dilakukan setiap hari.

Namun, ketika hadiah yang tersedia sangat berpengaruh terhadap progres, sebagian pemain mulai merasa bahwa melewatkan satu hari berarti kehilangan kesempatan penting.

Permainan yang awalnya dilakukan untuk bersantai kemudian terasa seperti daftar pekerjaan.

Pemain mungkin tidak sedang ingin farming, tetapi tetap masuk ke dalam game karena takut tertinggal dari teman satu guild atau pemain lain.

Perasaan harus terus mengejar progres inilah yang dapat membuat MMORPG melelahkan, bahkan ketika aktivitasnya tidak terlalu sulit.

4. Elden Ring Memberikan Kebebasan Mengatur Ritme Progres

Elden Ring merupakan contoh menarik karena memiliki sistem farming sekaligus tantangan berbasis kemampuan.

Pemain dapat mengumpulkan Rune untuk memperkuat karakter. Namun, mereka juga dapat memilih menjelajahi wilayah lain, mencoba senjata berbeda, mencari perlengkapan, atau kembali menghadapi boss setelah memahami mekanismenya.

Farming Rune menjadi salah satu pilihan untuk membantu perkembangan karakter, bukan satu-satunya cara menghadapi tantangan.

Perbedaan antara farming sebagai pilihan dan farming sebagai kewajiban memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman bermain.

Dalam pembahasan mengenai farming Rune di Elden Ring dibandingkan progres instan, GoodOldDaysFarm mengangkat hubungan antara proses memperoleh kekuatan karakter dan kepuasan yang dirasakan pemain.

Topik tersebut menarik karena menunjukkan bahwa farming tidak selalu menjadi aktivitas membosankan. Cara permainan memberikan kebebasan dan penghargaan terhadap usaha dapat mengubah pengalaman pemain secara signifikan.

5. RNG Membuat Hasil Grinding Sulit Diprediksi

Random Number Generator atau RNG merupakan sistem yang digunakan untuk menghasilkan hasil acak berdasarkan aturan permainan.

Dalam MMORPG, RNG sering ditemukan pada drop item, peningkatan equipment, dan mekanisme hadiah tertentu.

Misalnya, pemain sedang mencari material langka dari monster. Ia dapat mengalahkan puluhan monster tanpa memperoleh item yang diinginkan, sementara pemain lain mungkin mendapatkannya dalam beberapa percobaan.

Ketidakpastian tersebut menciptakan sensasi tersendiri. Setiap monster yang dikalahkan memberikan harapan bahwa hadiah berikutnya mungkin menjadi hasil yang dicari.

Namun, apabila proses berlangsung terlalu lama tanpa kemajuan yang berarti, harapan dapat berubah menjadi frustrasi.

Mengapa RNG Bisa Terasa Melelahkan?

Masalah utama RNG bukan hanya rendahnya peluang mendapatkan item, tetapi juga ketidakmampuan pemain memastikan kapan usahanya akan berhasil.

Dalam sistem dengan peluang independen, kegagalan sebelumnya tidak otomatis membuat percobaan berikutnya lebih mungkin berhasil, kecuali permainan memiliki mekanisme khusus seperti pity system.

Artinya, pemain bisa menghabiskan waktu panjang tanpa memperoleh hadiah yang diharapkan.

Situasi ini berbeda dari mempelajari pola boss. Ketika pemain berhasil memahami serangan boss, pengetahuan tersebut biasanya dapat digunakan pada percobaan berikutnya.

Dalam farming berbasis RNG, peningkatan kemampuan pemain tidak selalu memperbesar peluang drop pada setiap percobaan.

6. Persaingan Antarpemain Menambah Tekanan dalam MMORPG

MMORPG memiliki elemen sosial yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Pemain dapat bergabung dengan guild, melakukan perdagangan, mengikuti perang antarfaksi, dan membangun reputasi di komunitas.

Namun, dunia yang terus berjalan juga menciptakan persaingan.

Ketika seorang pemain berhenti selama beberapa hari, anggota guild lain mungkin sudah memperoleh perlengkapan lebih kuat atau mencapai target progres berikutnya.

Pada game dengan konten kompetitif, perbedaan tersebut dapat terasa semakin penting.

Dalam RF Online, misalnya, kekuatan karakter dapat berpengaruh terhadap kemampuan berkontribusi dalam PvP, perang antarbangsa, dan aktivitas kelompok.

Pemain yang ingin tetap kompetitif mungkin merasa perlu terus mengumpulkan sumber daya untuk memperkuat perlengkapannya.

Sementara itu, pengalaman Soulslike single-player umumnya tidak menuntut pemain mengikuti kecepatan progres orang lain.

Perbedaan tersebut membuat ritme bermain menjadi lebih personal.

7. MMORPG Memiliki Ekonomi yang Membuat Grinding Terasa Seperti Pekerjaan

Dalam MMORPG dengan sistem perdagangan, waktu bermain dapat dikaitkan dengan nilai ekonomi virtual.

Pemain mengumpulkan material, menjual item, membandingkan harga pasar, dan menentukan aktivitas farming yang menghasilkan keuntungan paling besar.

Aktivitas tersebut menarik bagi pemain yang menyukai strategi ekonomi.

Namun, ada konsekuensi ketika seluruh kegiatan mulai dinilai berdasarkan efisiensi pendapatan.

Pemain mungkin tidak lagi memilih lokasi farming karena menyukai monster atau suasananya, melainkan karena tempat tersebut menghasilkan mata uang paling banyak per jam.

Akibatnya, aktivitas yang sebenarnya menyenangkan dapat dianggap membuang waktu apabila hasil ekonominya lebih rendah.

Di sinilah grinding MMORPG terkadang menyerupai pekerjaan: pemain menghitung biaya, keuntungan, dan produktivitas dari setiap sesi bermain.

8. Mengalahkan Boss Sulit Memberikan Kepuasan yang Berbeda

Ketika berhasil mengalahkan boss sulit dalam Dark Souls, Sekiro, atau Elden Ring, pemain sering merasakan kepuasan karena tantangan yang sebelumnya terasa mustahil akhirnya dapat diatasi.

Kepuasan tersebut tidak hanya berasal dari hadiah yang diberikan permainan.

Ada unsur penguasaan mekanik, ketekunan, dan keberhasilan mengatasi hambatan yang sebelumnya mengalahkan pemain berkali-kali.

Dalam grinding MMORPG, keberhasilan memperoleh item langka juga dapat memberikan kegembiraan besar.

Namun, pengalaman emosionalnya berbeda.

Mengalahkan boss sulit sering memberikan kesan bahwa pemain berhasil meningkatkan kemampuannya. Sementara itu, memperoleh drop langka dapat lebih berkaitan dengan keberhasilan melewati sistem peluang.

Keduanya sama-sama dapat memuaskan, tetapi memberikan jenis penghargaan psikologis yang tidak identik.

9. Farming Berulang Tidak Selalu Menghadirkan Tantangan Baru

Ketika pemain sudah memahami lokasi farming dan mampu mengalahkan monster tanpa kesulitan, aktivitas tersebut dapat menjadi sangat mudah diprediksi.

Karakter menggunakan kombinasi skill yang sama, bergerak melalui rute yang sama, lalu mengulangi proses tersebut hingga persediaan item atau target pengalaman terpenuhi.

Pengulangan yang stabil sebenarnya bisa terasa menenangkan bagi sebagian pemain.

Ada orang yang menikmati farming sambil mendengarkan musik atau berbicara dengan teman melalui voice chat.

Namun, bagi pemain yang mencari tantangan dan variasi, aktivitas yang terlalu mudah diprediksi dapat kehilangan daya tarik.

Soulslike cenderung menempatkan lebih banyak perhatian pada interaksi langsung antara pemain dan musuh, terutama dalam pertarungan boss.

Meski demikian, Soulslike juga dapat terasa repetitif ketika pemain harus mengulang perjalanan menuju boss atau melakukan farming material yang sama berkali-kali.

10. MMORPG Sering Tidak Memiliki Titik Akhir yang Jelas

Banyak game Soulslike memiliki struktur petualangan dengan tujuan akhir yang relatif jelas.

Pemain menghadapi rangkaian tantangan, mengalahkan boss utama, dan akhirnya dapat menyelesaikan cerita.

Setelah itu, pemain dapat memilih memulai permainan baru, mencoba build lain, atau berhenti dengan perasaan telah menuntaskan perjalanan.

MMORPG berbeda karena dirancang sebagai dunia yang terus berkembang.

Ketika pemain mencapai level maksimum, masih ada perlengkapan yang dapat ditingkatkan, item langka yang perlu dikumpulkan, dan konten baru yang mungkin diperkenalkan.

Perkembangan berkelanjutan merupakan daya tarik MMORPG, tetapi juga dapat membuat pemain kesulitan menentukan kapan progresnya sudah cukup.

Setelah mencapai satu target, target berikutnya segera muncul.

Jika tidak menetapkan batas pribadi, pemain bisa terus mengejar peningkatan karakter tanpa pernah merasa benar-benar selesai. Pahami juga mengapa banyak mmorpg baru gagal berkembang di mata pemain rpg jaman sekarang.

Perbandingan Grinding MMORPG dan Soulslike

Aspek MMORPG Soulslike
Tujuan progres Sering bersifat berkelanjutan Sering mengikuti tantangan dan penyelesaian petualangan
Pengulangan Farming, dungeon, quest, dan material Percobaan boss, eksplorasi, dan farming opsional
Faktor kemampuan Skill, statistik, perlengkapan, dan koordinasi Skill, pengetahuan mekanik, build, dan perlengkapan
Tekanan sosial Dapat tinggi pada konten kompetitif Umumnya lebih rendah dalam permainan single-player
RNG Sering berpengaruh pada drop dan upgrade Dapat berpengaruh pada drop dan sistem tertentu
Ritme bermain Dapat dipengaruhi jadwal event dan guild Umumnya lebih fleksibel
Sumber kepuasan Progres karakter, item, ekonomi, dan pencapaian sosial Penguasaan mekanik, eksplorasi, dan keberhasilan mengatasi tantangan

Perbandingan tersebut merupakan kecenderungan umum, bukan aturan mutlak. Setiap game memiliki sistem berbeda, dan beberapa MMORPG justru menawarkan pertarungan boss yang sangat menuntut kemampuan pemain.

Apakah Grinding MMORPG Sebenarnya Lebih Buruk?

Tidak. Grinding MMORPG dan tantangan Soulslike dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda.

MMORPG menawarkan perkembangan jangka panjang, hubungan sosial, persaingan, dan kesempatan membangun karakter yang dapat terus digunakan selama bertahun-tahun.

Soulslike lebih sering memberikan kepuasan melalui tantangan yang dapat dipelajari dan diatasi secara langsung.

Seorang pemain mungkin menyukai farming selama berjam-jam karena aktivitas tersebut memberinya waktu bersantai bersama guild.

Pemain lain mungkin lebih menikmati menghadapi boss sulit selama satu jam karena setiap percobaan terasa seperti kesempatan mempelajari mekanik baru.

Keduanya merupakan preferensi yang sah.

Grinding menjadi masalah ketika pemain tidak lagi menikmati prosesnya, tetapi terus melakukannya hanya karena merasa wajib.

Bagaimana Cara Menikmati Grinding MMORPG Tanpa Cepat Bosan?

Tentukan Target yang Realistis

Daripada menetapkan target memperoleh perlengkapan terbaik dalam waktu singkat, pecah progres menjadi tujuan kecil yang dapat dicapai.

Misalnya, hari ini fokus mengumpulkan material tertentu, sementara besok mencoba dungeon bersama guild.

Variasikan Aktivitas

Jangan menghabiskan seluruh waktu bermain pada satu lokasi farming apabila mulai merasa jenuh.

Cobalah aktivitas lain seperti PvP, eksplorasi, crafting, perdagangan, atau membantu pemain baru.

Jangan Selalu Mengejar Efisiensi Maksimum

Lokasi farming dengan pendapatan tertinggi belum tentu menjadi pilihan paling menyenangkan.

Sesekali memilih aktivitas yang kurang menguntungkan tetapi lebih menarik dapat membantu menjaga pengalaman bermain tetap segar.

Manfaatkan Aspek Sosial MMORPG

Bergabung dengan guild dan melakukan aktivitas bersama dapat mengubah farming yang monoton menjadi pengalaman sosial.

Percakapan, koordinasi, dan tujuan bersama sering menjadi alasan pemain tetap menikmati MMORPG meskipun sistem permainannya sudah sangat dikenal.

Batasi Waktu Bermain

Menetapkan durasi bermain dapat membantu menjaga keseimbangan antara hiburan dan aktivitas lain.

Jika progres membutuhkan waktu panjang, tidak ada keharusan menyelesaikannya dalam satu hari.

Berhenti Ketika Permainan Tidak Lagi Menyenangkan

Istirahat dari MMORPG tidak berarti seluruh usaha sebelumnya menjadi sia-sia.

Game seharusnya tetap menjadi kegiatan yang memberikan pengalaman menyenangkan, bukan sumber kewajiban tanpa akhir.

Apa yang Bisa Dipelajari MMORPG dari Soulslike?

MMORPG tidak perlu menghilangkan grinding untuk menjadi lebih menarik.

Salah satu pelajaran dari Soulslike adalah pentingnya memberikan tantangan yang membuat pemain merasa berkembang melalui kemampuan, bukan hanya statistik.

Dungeon dengan mekanisme boss yang dapat dipelajari, variasi strategi, dan hadiah yang sebanding dengan usaha dapat membantu menciptakan pengalaman progres yang lebih bermakna.

Sistem pengembangan karakter juga dapat terasa lebih adil ketika pemain memiliki jalur progres yang jelas, bukan sepenuhnya bergantung pada peluang acak.

Di sisi lain, Soulslike dapat mengambil inspirasi dari MMORPG dalam membangun komunitas, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.

Kedua genre sebenarnya memiliki kekuatan masing-masing yang dapat saling melengkapi.

FAQ tentang Grinding MMORPG dan Soulslike

Mengapa grinding MMORPG terasa membosankan?

Grinding dapat terasa membosankan ketika aktivitas terlalu berulang, hadiah sulit diprediksi, dan progres membutuhkan waktu panjang tanpa variasi tantangan.

Apakah Elden Ring memiliki sistem grinding?

Ya. Pemain dapat melakukan farming Rune, material, atau item tertentu. Namun, sebagian besar aktivitas tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya bermain.

Apakah Soulslike lebih sulit daripada MMORPG?

Tidak selalu. Kesulitan bergantung pada game dan jenis konten. Beberapa raid MMORPG memiliki mekanisme kompleks yang membutuhkan koordinasi banyak pemain.

Mengapa RNG membuat farming melelahkan?

RNG menciptakan ketidakpastian hasil. Pemain dapat menghabiskan waktu panjang tanpa memperoleh item yang dicari, meskipun telah melakukan banyak percobaan.

Apakah RF Online termasuk game dengan grinding berat?

RF Online memiliki aktivitas pengembangan karakter dan pengumpulan sumber daya yang dapat membutuhkan waktu. Tingkat kesulitannya bergantung pada versi game serta konfigurasi server yang dimainkan.

Bagaimana cara mengurangi kejenuhan saat farming MMORPG?

Tetapkan target kecil, variasikan aktivitas, bermain bersama teman, dan hindari memaksakan diri mengejar progres ketika sudah tidak menikmatinya.

Kesimpulan

Grinding MMORPG sering terasa lebih melelahkan daripada Soulslike bukan karena satu genre selalu lebih sulit daripada genre lainnya.

Perbedaan utamanya terletak pada cara kedua genre memberikan penghargaan terhadap waktu dan usaha pemain.

MMORPG sering menawarkan progres jangka panjang melalui statistik, perlengkapan, ekonomi, dan persaingan sosial. Sementara itu, Soulslike lebih sering menekankan kepuasan ketika pemain berhasil memahami serta mengatasi tantangan.

Dalam MMORPG, pemain mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan peningkatan statistik yang kecil. Dalam Soulslike, pemain dapat merasakan perkembangan hanya dengan memahami satu pola serangan boss yang sebelumnya selalu membuatnya kalah.

Namun, bukan berarti grinding MMORPG tidak menyenangkan. Bagi banyak pemain, justru perjalanan panjang, kerja sama guild, dan perjuangan memperoleh item langka merupakan alasan utama mereka mencintai genre tersebut.

Pada akhirnya, pengalaman terbaik bukan selalu datang dari game yang memberikan progres tercepat, melainkan dari permainan yang membuat setiap usaha terasa memiliki arti.