Sementara itu, pemain kedua sedang menghadapi Ornstein dan Smough di Dark Souls. Ia sudah kalah berkali-kali. Kadang mati karena salah membaca serangan, kadang karena terlalu agresif, dan sesekali karena panik ketika kedua boss mulai menyerang bersamaan.
Keduanya sama-sama menghabiskan waktu. Keduanya sama-sama mengulangi aktivitas yang sama. Namun, pengalaman emosional yang mereka rasakan bisa sangat berbeda.
Pemain MMORPG mungkin merasa puas ketika akhirnya mendapatkan barang langka. Pemain Dark Souls mungkin berteriak kegirangan ketika berhasil mengalahkan boss yang sebelumnya terlihat mustahil.
Pertanyaannya, mana yang sebenarnya lebih menyenangkan: farming 100 jam di MMORPG atau mati 100 kali di Dark Souls?
Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Sebab, meskipun keduanya menuntut kesabaran, cara MMORPG dan Soulslike memberikan kepuasan kepada pemain sangat berbeda.
MMORPG Mengajarkan Kesabaran, Soulslike Menguji Kemampuan Beradaptasi
Bagi pemain Ragnarok Online, RF Online, atau Seal Online, grinding merupakan bagian yang tidak asing dari perkembangan karakter.
Untuk mendapatkan perlengkapan tertentu, pemain mungkin harus mengumpulkan mata uang, material, atau item langka selama berhari-hari.
Dalam beberapa MMORPG, terutama yang memiliki sistem drop rate rendah, waktu farming yang panjang merupakan bagian dari pengalaman bermain.
Pemain memahami bahwa tidak semua sesi akan menghasilkan sesuatu yang berharga. Namun, setiap monster yang dikalahkan tetap memberikan kesempatan memperoleh barang yang diinginkan.
Dark Souls menggunakan pendekatan berbeda.
Ketika pemain gagal menghadapi boss, penyelesaiannya tidak selalu terletak pada menambah level atau meningkatkan perlengkapan.
Sering kali, pemain harus memahami pola serangan, mengatur stamina, memperbaiki posisi, dan menentukan waktu yang tepat untuk menyerang.
Artinya, kegagalan dapat menjadi sumber informasi.
Setiap percobaan memberi kesempatan untuk memahami sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui.
Namun, perbedaan ini tidak mutlak. MMORPG juga dapat menuntut keterampilan tinggi dalam PvP atau raid, sementara Soulslike juga memiliki sistem farming dan peningkatan level.
Perbedaannya lebih terlihat pada jenis aktivitas yang menjadi pusat pengalaman bermain.
Farming Ragnarok Online: Ketika Kesabaran Bertemu Keberuntungan
Ragnarok Online memiliki salah satu sistem item yang paling mudah dikenali oleh penggemar MMORPG klasik.
Kartu monster, equipment, material, dan mata uang Zeny membentuk bagian penting dari ekonomi permainan.
Bagi pemain yang mengejar kartu langka, farming dapat menjadi aktivitas yang membutuhkan kesabaran luar biasa.
Bayangkan kamu sudah mengalahkan ribuan monster, tetapi kartu yang diinginkan belum juga muncul.
Apakah itu berarti kamu bermain dengan buruk?
Belum tentu.
Jika karakter mampu mengalahkan monster secara efisien, masalahnya mungkin hanya karena hasil drop yang bersifat acak.
Di sinilah farming MMORPG berbeda dari banyak pertarungan boss dalam Soulslike.
Dalam farming item langka, pemain dapat menjalankan strategi dengan benar tetapi tetap tidak memperoleh hasil yang diinginkan.
Sementara itu, ketika gagal menghadapi boss Dark Souls, pemain sering memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi kesalahan yang dapat diperbaiki.
Namun, perlu diingat bahwa kemenangan dalam Soulslike juga dapat dipengaruhi oleh build, perlengkapan, kondisi pertarungan, dan unsur keberuntungan tertentu.
Mengapa Mendapatkan Kartu Langka Bisa Terasa Sangat Memuaskan?
Setelah berjam-jam farming tanpa hasil, munculnya kartu yang diincar dapat memberikan kepuasan luar biasa.
Apalagi jika kartu tersebut memiliki nilai tinggi dalam ekonomi server.
Barang itu mungkin memungkinkan pemain membeli perlengkapan baru, meningkatkan karakter, atau memperoleh keuntungan dari perdagangan.
Namun, kepuasan tersebut sering datang secara tidak terduga.
Pemain tidak selalu dapat menentukan kapan barang langka akan muncul.
Inilah salah satu alasan mengapa farming dapat terasa menarik sekaligus melelahkan.
Setiap monster memberikan kemungkinan mendapatkan hadiah, tetapi tidak ada jaminan bahwa hadiah tersebut akan muncul setelah jumlah percobaan tertentu, kecuali game memang menyediakan sistem jaminan khusus.
Karena itu, pemain yang menikmati proses farming mungkin merasa senang meskipun hasilnya belum sesuai harapan.
Sebaliknya, pemain yang hanya mengejar hasil akhir dapat merasa frustrasi ketika waktu yang dihabiskan tidak menghasilkan apa-apa.
Dark Souls: Mati Berkali-kali Bukan Berarti Tidak Ada Progres
Dalam Dark Souls, kematian merupakan bagian dari pengalaman belajar.
Pemain yang baru menghadapi boss mungkin belum memahami kapan serangan akan datang, seberapa jauh jangkauannya, atau berapa lama kesempatan untuk membalas serangan.
Percobaan pertama bisa berakhir dalam hitungan detik.
Percobaan berikutnya mungkin berlangsung sedikit lebih lama.
Setelah beberapa kali mencoba, pemain mulai mengenali pola tertentu.
Serangan yang sebelumnya terasa mustahil dihindari perlahan menjadi lebih mudah dibaca.
Perubahan tersebut menunjukkan bentuk progres yang tidak selalu terlihat melalui angka level atau statistik karakter.
Karakter mungkin belum menjadi lebih kuat, tetapi pemainnya sudah menjadi lebih terampil.
Itulah salah satu sumber kepuasan terbesar dalam game Soulslike.
Mati 100 Kali Melawan Boss: Menyenangkan atau Justru Menyiksa?
Tidak semua orang menikmati kegagalan berulang.
Bagi sebagian pemain, mengulang pertarungan yang sama puluhan kali dapat terasa melelahkan.
Terutama jika waktu bermain terbatas dan setiap percobaan membutuhkan konsentrasi tinggi.
Namun, ada pemain yang justru menikmati proses tersebut.
Mereka merasa setiap kegagalan membawa informasi baru.
Ketika akhirnya berhasil menang, kepuasannya datang dari kesadaran bahwa kemampuan mereka telah berkembang.
Perasaan ini berbeda dari memperoleh item langka melalui farming.
Dalam Soulslike, kemenangan sering terasa seperti hasil dari proses memahami tantangan.
Dalam farming MMORPG, keberhasilan dapat terasa seperti imbalan atas ketekunan dan waktu yang telah diinvestasikan.
Keduanya dapat memuaskan, tetapi alasan kepuasannya berbeda.
RF Online: Grinding Tidak Selalu Hanya Tentang Mendapatkan Item
RF Online memberikan contoh menarik karena aktivitas farming berkaitan dengan sistem permainan yang lebih luas.
Pemain mengumpulkan mata uang, material, dan perlengkapan untuk memperkuat karakter.
Namun, tujuan akhirnya tidak selalu sekadar menjadi lebih kaya.
Dalam permainan yang memiliki konflik antarbanga seperti RF Online, perkembangan karakter juga dapat berkaitan dengan kesiapan mengikuti aktivitas kompetitif bersama komunitas.
Perlengkapan yang diperoleh melalui farming mungkin digunakan untuk meningkatkan kemampuan karakter ketika menghadapi pemain lain.
Artinya, farming dapat menjadi persiapan menuju pengalaman yang lebih menantang.
Hal ini menunjukkan bahwa grinding MMORPG tidak selalu harus dinilai dari aktivitas membunuh monster yang berulang.
Nilainya juga dapat berasal dari tujuan sosial dan kompetitif yang ingin dicapai.
Perbedaan Besar: Grinding untuk Memperkuat Karakter atau Memperkuat Pemain?
MMORPG dan Soulslike sama-sama memiliki sistem perkembangan karakter.
Namun, ada perbedaan menarik dalam cara progres tersebut dirasakan.
Dalam banyak MMORPG, farming digunakan untuk mengumpulkan sumber daya yang kemudian meningkatkan kekuatan karakter.
Senjata yang lebih baik, armor yang lebih kuat, atau level yang lebih tinggi dapat membantu pemain menghadapi tantangan berikutnya.
Dalam Soulslike, peningkatan statistik juga penting. Namun, kemampuan pemain membaca serangan, mengatur jarak, dan memahami mekanik pertarungan sering menjadi faktor yang sama pentingnya.
Seorang pemain dapat memiliki perlengkapan kuat tetapi tetap kesulitan menghadapi boss jika tidak memahami mekaniknya.
Sebaliknya, pemain yang sangat berpengalaman terkadang mampu menyelesaikan pertarungan menggunakan perlengkapan sederhana.
Tentu saja, MMORPG juga memiliki konten yang membutuhkan keterampilan tinggi, seperti PvP kompetitif dan raid dengan mekanik kompleks.
Karena itu, bukan berarti MMORPG hanya membutuhkan waktu sementara Soulslike hanya membutuhkan skill.
Perbedaannya terletak pada seberapa besar masing-masing permainan menekankan kedua unsur tersebut dalam aktivitas tertentu.
Elden Ring Mengaburkan Batas antara Farming dan Skill
Elden Ring merupakan contoh menarik karena menggabungkan banyak unsur perkembangan RPG dengan sistem pertarungan yang menantang.
Pemain dapat mengumpulkan rune untuk meningkatkan level, mencari senjata, mengembangkan build, dan menjelajahi dunia untuk menemukan perlengkapan baru.
Jika menghadapi boss yang terlalu sulit, pemain memiliki beberapa pilihan.
Mereka dapat terus mencoba hingga memahami pola serangan.
Mereka juga dapat menjelajahi area lain, meningkatkan karakter, menggunakan Spirit Ash, atau mencoba strategi berbeda.
Dengan demikian, Elden Ring memberikan ruang bagi pemain yang menyukai tantangan keterampilan maupun perkembangan karakter.
Namun, farming rune dalam Elden Ring tidak sama dengan farming ekonomi dalam MMORPG.
Dalam MMORPG, barang dan mata uang sering memiliki nilai yang dipengaruhi oleh aktivitas pemain lain.
Sementara itu, dalam pengalaman utama Elden Ring, rune terutama digunakan untuk kebutuhan perkembangan karakter dan transaksi di dalam sistem permainan.
Perbedaan tersebut membuat motivasi farming menjadi tidak sepenuhnya sama.
Sekiro: Ketika Grinding Tidak Bisa Menjadi Solusi untuk Semua Masalah
Jika Elden Ring masih memberikan banyak pilihan build dan perkembangan karakter, Sekiro: Shadows Die Twice menggunakan pendekatan yang lebih terarah.
Sekiro menekankan kemampuan membaca serangan, deflection, pengelolaan Posture, dan pemahaman ritme pertarungan.
Pemain memang dapat meningkatkan kemampuan tertentu serta memperoleh peningkatan karakter melalui sistem yang tersedia.
Namun, permainan ini tidak menawarkan kebebasan membangun karakter seperti Elden Ring.
Ketika menghadapi Genichiro atau Isshin, pemain biasanya harus semakin memahami sistem pertarungan.
Menambah waktu bermain tanpa memperbaiki cara menghadapi serangan belum tentu menyelesaikan masalah.
Inilah salah satu alasan Sekiro dapat terasa sangat sulit bagi pemain yang terbiasa mengatasi hambatan melalui farming level dan perlengkapan.
Namun, setelah mekanik deflection mulai dipahami, pertarungan yang sebelumnya terasa kacau dapat berubah menjadi pengalaman yang jauh lebih terkontrol.
Mana yang Lebih Menghargai Waktu Pemain?
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban universal.
Dalam MMORPG, farming selama beberapa jam mungkin menghasilkan mata uang dan material yang dapat digunakan untuk perkembangan karakter.
Namun, jika tujuan utama adalah mendapatkan satu item langka, hasilnya bisa tidak pasti.
Dalam Soulslike, pemain mungkin menghabiskan waktu lama menghadapi boss tanpa mendapatkan kemenangan.
Namun, selama proses tersebut, mereka dapat mempelajari mekanik pertarungan dan meningkatkan keterampilan bermain.
Masalahnya, tidak semua kegagalan memberikan pelajaran yang jelas.
Seorang pemain juga bisa mengulang kesalahan yang sama berkali-kali tanpa mengetahui cara memperbaikinya.
Karena itu, menghargai waktu bukan hanya tentang apakah game memberikan hadiah setiap jam.
Hal yang lebih penting adalah apakah pemain menikmati proses dan merasa memiliki kendali atas aktivitas yang dilakukan.
Perbandingan Farming MMORPG dan Tantangan Soulslike

| Aspek | Farming MMORPG | Pertarungan Soulslike |
|---|---|---|
| Aktivitas utama | Mengalahkan monster, mengumpulkan item dan mata uang | Mempelajari musuh, bertarung, dan mengatasi tantangan |
| Sumber progres | Waktu, efisiensi, build, dan hasil drop | Skill pemain, build, strategi, dan pengalaman |
| Ketidakpastian | Drop item dapat bergantung pada peluang | Hasil pertarungan bergantung pada berbagai faktor termasuk eksekusi |
| Interaksi sosial | Sering menjadi bagian penting dari permainan | Bervariasi menurut game dan fitur multiplayer |
| Jenis kepuasan | Memperoleh item, mata uang, atau progres karakter | Mengatasi tantangan yang sebelumnya sulit |
| Risiko frustrasi | Farming lama tanpa hasil yang diinginkan | Kegagalan berulang menghadapi musuh atau boss |
Perbandingan tersebut merupakan gambaran umum, bukan aturan mutlak untuk seluruh MMORPG atau Soulslike.
Mengapa Sebagian Pemain MMORPG Menikmati Soulslike?
Pemain MMORPG veteran sering sudah terbiasa menghadapi tantangan jangka panjang.
Mereka memahami pentingnya kesabaran, persiapan, perlengkapan, dan penguasaan mekanik permainan.
Pengalaman tersebut dapat membantu ketika mencoba Soulslike.
Misalnya, pemain yang terbiasa mempelajari build karakter mungkin menikmati proses memilih senjata dan statistik dalam Elden Ring.
Pemain yang menyukai pertarungan boss dalam raid MMORPG mungkin tertarik mempelajari pola serangan boss Dark Souls.
Namun, ada juga perbedaan yang perlu disesuaikan.
Dalam Soulslike, terutama yang menekankan pertarungan real-time, kemampuan menghindar, menjaga stamina, dan memilih waktu menyerang dapat menjadi lebih penting daripada sekadar memiliki perlengkapan kuat.
Karena itu, pemain MMORPG yang ingin mencoba genre ini sebaiknya tidak langsung menganggap pendekatan farming tradisional akan selalu berhasil.
Belajar Soulslike Tanpa Harus Mengulang Kesalahan yang Sama
Salah satu cara mengurangi frustrasi ketika mencoba Soulslike adalah memahami mekanik permainan sebelum memaksakan diri menghadapi tantangan tertentu.
Misalnya, pemain Elden Ring dapat mempelajari perbedaan atribut, scaling senjata, penggunaan Ash of War, dan strategi menghadapi boss.
Pemain Dark Souls dapat memahami pengelolaan stamina, equipment load, serta perbedaan gaya bermain menggunakan shield atau dodge.
Sementara itu, pemain Sekiro perlu memahami pentingnya deflection dan Posture.
Bagi pembaca IANDREW yang tertarik menjelajahi genre tersebut, Good Old Days Farm dapat menjadi referensi tambahan untuk membaca pembahasan game Soulslike, termasuk strategi, build karakter, dan pengalaman bermain Elden Ring, Dark Souls, serta Sekiro.
Membaca tutorial tidak otomatis membuat pertarungan menjadi mudah. Namun, memahami dasar mekanik dapat membantu pemain mengetahui kesalahan yang perlu diperbaiki.
Apakah Grinding 100 Jam Bisa Lebih Menyenangkan daripada Mengalahkan Boss Sulit?
Bisa, terutama jika aktivitas farming dilakukan bersama teman atau memiliki tujuan yang berarti bagi pemain.
Bayangkan sebuah guild Ragnarok Online sedang mengumpulkan sumber daya untuk mempersiapkan kegiatan bersama.
Selama proses tersebut, para anggota dapat berbincang, saling membantu, dan membangun hubungan sosial.
Waktu farming mungkin terasa panjang, tetapi pengalaman sosialnya dapat membuat aktivitas tersebut menyenangkan.
Hal serupa berlaku pada RF Online ketika pemain mempersiapkan perlengkapan untuk aktivitas komunitas atau konflik antarbanga.
Sementara itu, pemain Dark Souls yang menikmati tantangan pribadi mungkin merasa jauh lebih puas ketika berhasil mengalahkan boss setelah puluhan percobaan.
Jadi, jenis aktivitas yang menyenangkan sangat bergantung pada motivasi pemain.
Ada yang menikmati progres ekonomi dan sosial. Ada pula yang lebih menyukai pencapaian keterampilan pribadi.
Ketika Farming Berubah Menjadi Pekerjaan
Masalah muncul ketika aktivitas farming tidak lagi dilakukan karena menyenangkan.
Dalam beberapa MMORPG, pemain dapat merasa harus terus mengumpulkan mata uang agar tidak tertinggal dari perkembangan server.
Perasaan tersebut dapat membuat aktivitas bermain berubah menjadi rutinitas yang melelahkan.
Namun, Soulslike juga dapat menimbulkan tekanan serupa.
Jika seseorang memaksakan diri menghadapi boss selama berjam-jam meskipun sudah frustrasi, permainan tersebut juga dapat kehilangan nilai hiburannya.
Karena itu, persoalan sebenarnya bukan hanya jenis game yang dimainkan.
Yang lebih penting adalah bagaimana pemain mengatur ekspektasi dan mengetahui kapan harus berhenti.
Tidak ada kewajiban menyelesaikan seluruh target dalam satu sesi bermain.
Bagaimana Mengetahui Jenis Tantangan yang Cocok untukmu?
Sebelum memutuskan bahwa MMORPG atau Soulslike lebih menyenangkan, coba pertimbangkan beberapa pertanyaan.
Apakah Kamu Menikmati Progres Jangka Panjang?
Jika kamu menyukai perkembangan karakter yang berlangsung selama berbulan-bulan, ekonomi antarpemain, dan aktivitas komunitas, MMORPG mungkin lebih sesuai.
Apakah Kamu Menikmati Tantangan Keterampilan?
Jika kamu merasa puas ketika berhasil memahami mekanik sulit dan mengalahkan musuh melalui latihan, Soulslike dapat memberikan pengalaman menarik.
Apakah Kamu Lebih Suka Bermain Bersama Teman?
MMORPG umumnya menawarkan interaksi sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Beberapa Soulslike juga memiliki fitur multiplayer, tetapi bentuk interaksinya tidak selalu sama dengan kehidupan guild dalam MMORPG.
Apakah Kamu Memiliki Waktu Bermain Terbatas?
Pertimbangkan game yang memungkinkan progres sesuai jadwal pribadi.
Beberapa RPG single player lebih mudah dimainkan secara bertahap, sedangkan aktivitas MMORPG tertentu dapat membutuhkan koordinasi waktu bersama pemain lain.
MMORPG dan Soulslike Sebenarnya Memiliki Kesamaan
Meskipun sering dibandingkan, kedua genre tersebut memiliki sejumlah kesamaan.
Keduanya dapat menuntut kesabaran, persiapan, pemahaman mekanik, dan keinginan untuk terus berkembang.
Pemain Ragnarok Online yang berusaha memperoleh equipment langka dan pemain Dark Souls yang mencoba mengalahkan boss sulit sama-sama sedang mengejar pencapaian.
Perbedaannya adalah bentuk pencapaian tersebut.
Dalam MMORPG, keberhasilan sering diwujudkan melalui perkembangan karakter, kekayaan dalam game, dan posisi dalam komunitas.
Dalam Soulslike, pencapaian sering terasa melalui kemampuan mengatasi tantangan yang sebelumnya sulit.
Keduanya dapat memberikan kepuasan yang besar ketika sesuai dengan motivasi pemain.
Kesimpulan: Farming 100 Jam atau Mati 100 Kali, Mana yang Lebih Menyenangkan?
Farming 100 jam di MMORPG dan mati 100 kali di Dark Souls sama-sama dapat menjadi pengalaman yang melelahkan.
Namun, keduanya juga dapat menjadi pengalaman yang sangat memuaskan.
Farming MMORPG menawarkan perkembangan karakter, pencapaian ekonomi, serta kesempatan membangun hubungan sosial dengan pemain lain.
Soulslike menawarkan tantangan yang sering menuntut pemain memahami mekanik permainan dan memperbaiki kemampuan bertarung.
Tidak ada jawaban tunggal mengenai mana yang lebih menyenangkan.
Bagi pemain yang menikmati komunitas dan progres jangka panjang, MMORPG mungkin tetap menjadi pilihan utama.
Bagi pemain yang lebih menyukai tantangan pribadi dan pertarungan yang menuntut ketelitian, Dark Souls dan game Soulslike lainnya dapat terasa lebih memuaskan.
Pada akhirnya, ukuran kesenangan bukan berapa jam yang dihabiskan untuk farming atau berapa kali karakter mati, melainkan apakah proses tersebut membuat pemain ingin terus belajar, menjelajah, dan menikmati permainan.
Jika aktivitas yang dahulu menyenangkan mulai terasa seperti kewajiban, tidak ada salahnya mencoba genre berbeda.
Karena terkadang, setelah menghabiskan ratusan jam mengejar item langka dalam MMORPG, pengalaman paling menyegarkan justru datang dari satu boss yang memaksamu belajar bermain dengan cara baru.







